Kursus IT Dasar CSS 028_Float, Positioning, Alignment
Float
Dalam CSS, float adalah teknik tata letak yang melalui properti float membuat elemen mengambang di sepanjang sisi kiri atau kanan kontainernya, sehingga elemen lain dapat mengelilinginya.
Contoh:
.div-left { float: left; } .div-right { float: right; } <div class="div-left">div-left</div> <div class="div-right">div-right</div>Efek:
Elemen float dapat menyebabkan kolapsnya tinggi elemen induk, mempengaruhi elemen DIV lainnya, dan beberapa elemen float pada baris yang sama mungkin saling tumpang tindih. Properti clear digunakan untuk mengontrol pengaruh di antara mereka.
Contoh:
.div-left { float: left; } .div-right { float: right; } /* Gunakan properti `clear` untuk membatalkan pengaruh elemen float .content { clear: both; } */ <div class="div-left">div-left</div> <div class="div-right">div-right</div>
<div class="content"> Ini adalah teks yang akan terpengaruh. </div>Efek:
Contoh:
.float-left { float: left; } .float-right { float: right; } <img class="float-left" src="zhaojian1.jpg" alt="" srcset=""> <div class="float-right">25 Januari 2024</div><div class="float-right">Judul Artikel Judul Artikel Judul Artikel</div>Efek:

Float adalah teknik awal untuk membuat tata letak multi-kolom, tetapi dalam tata letak modern, teknik tata letak yang lebih fleksibel seperti Flexbox atau Grid lebih direkomendasikan.
Positioning
Dalam CSS, positioning mengacu pada pengaturan mode penempatan elemen melalui properti position, serta menentukan posisi elemen relatif terhadap elemen leluhur yang diposisikan terdekat melalui properti top, right, bottom, left.
- Positioning dilakukan relatif terhadap leluhur yang diposisikan terdekat (position bukan
static). Jika tidak ada leluhur yang diposisikan, positioning dilakukan relatif terhadap blok penampung awal (biasanya elemen<html>). - Elemen dengan positioning absolut dan fixed akan keluar dari aliran dokumen normal dan dapat mempengaruhi tata letak elemen lain.
- Nilai properti biasanya menggunakan piksel (
px) atau persentase (%).
Positioning Statis static
Positioning statis (Static Positioning) adalah nilai default properti position dan biasanya tidak perlu ditentukan secara eksplisit. Elemen dengan positioning statis disusun secara normal dalam aliran dokumen dan tidak terpengaruh oleh properti top, right, bottom, left.
Positioning Awal initial
Dalam CSS, initial adalah kata kunci untuk mengatur ulang nilai properti ke nilai awalnya. Untuk properti position, nilai awalnya adalah static. Menggunakan position: initial; sama dengan tidak mengatur properti position.
Positioning Relatif relative
Elemen diposisikan relatif terhadap posisi normalnya.
Contoh:
.base { width: 200px; height: 200px; background-color: aquamarine; } .relative-example { position: relative; top: 100px; left: 20%; } <!-- <br>1<br>2<br>3<br>4<br>5<br>6<br>7<br>8<br>9<br>10<br> Coba tambahkan br atau elemen lainnya --> <div class="base relative-example"></div>Efek:

Positioning Absolut absolute
Elemen diposisikan relatif terhadap elemen leluhur yang diposisikan terdekat.
Contoh:
.base { width: 200px; height: 200px; } .absolute-example { position: absolute; top: 50px; left: 100px; background-color: blueviolet; } <br>1<br>2<br>3<br>4<br>5<br>6<br>7<br>8<br>9<br>10<br> <div class="base absolute-example"></div>Efek:

Positioning Tetap fixed
Elemen diposisikan relatif terhadap jendela browser dan selalu tetap di posisi tetap pada layar.
Contoh:
.base { width: 200px; height: 200px; } .fixed-example { position: fixed; bottom: 40%; left: 40%; background-color: gold; } <br>1<br>2<br>3<br>4<br>5<br>6<br>7<br>8<br>9<br>10<br> <br>1<br>2<br>3<br>4<br>5<br>6<br>7<br>8<br>9<br>10<br> <div class="base fixed-example"></div> <br>1<br>2<br>3<br>4<br>5<br>6<br>7<br>8<br>9<br>10<br> <br>1<br>2<br>3<br>4<br>5<br>6<br>7<br>8<br>9<br>10<br>Efek:

Positioning Lengket sticky
Elemen menjadi positioning tetap saat digulir ke posisi tertentu, jika tidak maka menjadi positioning relatif.
Contoh:
.base { width: 200px; height: 200px; } .sticky-example { position: sticky; top: 10%; left: 40%; background-color: darkcyan; } <br>1<br>2<br>3<br>4<br>5<br>6<br>7<br>8<br>9<br>10<br> <div class="base sticky-example"></div> <br>1<br>2<br>3<br>4<br>5<br>6<br>7<br>8<br>9<br>10<br> <br>1<br>2<br>3<br>4<br>5<br>6<br>7<br>8<br>9<br>10<br> <br>1<br>2<br>3<br>4<br>5<br>6<br>7<br>8<br>9<br>10<br> <br>1<br>2<br>3<br>4<br>5<br>6<br>7<br>8<br>9<br>10<br>Efek:

Positioning Warisan inherit
Elemen mewarisi mode positioning dari elemen induknya.
Contoh:
.base { width: 200px; height: 200px; } .inherit-example { position: inherit; top: 100%; /* Perhatikan batasnya */ left: 100%; /* Perhatikan batasnya */ background-color: violet; } <div class="base relative-example"> <div class="base inherit-example"></div> </div>Efek:

Urutan Tumpukan (elemen yang tumpang tindih)
z-index adalah properti CSS untuk mengontrol urutan tumpukan. Ini menentukan urutan tampilan elemen dalam tumpukan vertikal, yaitu elemen mana yang akan berada di depan atau di belakang elemen lainnya.
- Nilai
z-indexbisa negatif. - Elemen dengan
z-indexlebih besar akan menutupi elemen dengan nilai lebih kecil. z-indexhanya efektif pada elemen yang diposisikan (positionbukanstatic).z-indexmemerlukanopacityelemen bukan 0.
Contoh:
.base { width: 200px; height: 200px; position: absolute; } .z-index-example1{ background-color: red; z-index: 9; } .z-index-example2{ background-color: blue; z-index: 1; } <div class="base z-index-example1"></div> <div class="base z-index-example2"></div>Alignment
Alignment CSS mengacu pada pengontrolan perataan horizontal dan vertikal elemen melalui properti CSS. Properti alignment CSS dapat diterapkan pada elemen apa pun, termasuk teks, gambar, tabel, daftar, dll.
Properti alignment umum memiliki nilai berikut:
- left: Rata kiri
- center: Rata tengah
- right: Rata kanan
- top: Rata atas
- middle: Rata tengah
- bottom: Rata bawah
Perataan Horizontal text-align
Digunakan untuk mengatur perataan horizontal konten teks dalam kotak elemen.
Contoh:
.text-center { text-align: center; /* Rata tengah horizontal */}.text-left { text-align: left; /* Rata kiri */}.text-right { text-align: right; /* Rata kanan */}.text-justify { text-align: justify; /* Rata kiri-kanan */} <div class="text-center">Ini adalah sebuah teks ABCDE 12345</div> <div class="text-left">Ini adalah sebuah teks ABCDE 12345</div> <div class="text-right">Ini adalah sebuah teks ABCDE 12345</div> <div class="text-justify">Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sed euismod velit vel sapien accumsan, ac efficitur nulla bibendum. Nullam posuere fermentum nulla, in ultricies leo gravida sit amet. Vestibulum ut mi vitae libero accumsan dapibus.</div>Efek:

Perataan Vertikal vertical-align
Digunakan untuk mengatur perataan vertikal elemen inline di dalam sebuah elemen. Biasanya digunakan untuk elemen inline dan tidak berpengaruh langsung pada elemen blok.
Contoh:
.base{ height: 150px;}.vertical-align-baseline { vertical-align: baseline; /* Perataan garis dasar default */}.vertical-align-top { vertical-align: top; /* Rata atas */}.vertical-align-middle { vertical-align: middle; /* Rata tengah */}.vertical-align-bottom { vertical-align: bottom; /* Rata bawah */} <div class="base"> <img class="vertical-align-baseline" src="zhaojian1.jpg" alt="" srcset="">Ini adalah sebuah teks ABCDE 12345 </div> <div class="base"> <img class="vertical-align-top" src="zhaojian1.jpg" alt="" srcset="">Ini adalah sebuah teks ABCDE 12345 </div> <div class="base"> <img class="vertical-align-middle" src="zhaojian1.jpg" alt="" srcset="">Ini adalah sebuah teks ABCDE 12345 </div> <div class="base"> <img class="vertical-align-bottom" src="zhaojian1.jpg" alt="" srcset="">Ini adalah sebuah teks ABCDE 12345 </div>Efek:
